Pengumuman

PENGUMUMAN

PESERTA OLIMPIADE TOP COP 2019 YANG LOLOS TELAH DIUMUMKAN!!

Top Challenge of Physics 2019 atau lebih sering  disingkat TOP COP 2019 merupakan ajang bergengsi yang diselenggarakan tiap tahunnya oleh Himpunan Mahasiswa Fisika UGM dan terdiri dari tiga acara yaitu Olimpiade Fisika tingkat SMP dan SMA se-Indonesia serta Seminar Nasional dengan mengangkat tema bertajuk “Quantum Computer”.

Hidup dan mati berbarengan, itu merupakan peng-analogian yang dilontarkan oleh Erwin Scrhodinger ketika menjelaskan komputer kuantum. Menarik bukan? Oleh karenanya TOP COP 2019 mengusung tema bertajuk “Quantum Computer” yang diharapkan peserta yang mengikuti acara ini lebih memahami tentang konsep “Quantum Computer” itu.

Spesial untuk TOP COP 2019 akan diadakan “Essay Competition” yang ditujukan untuk  mahasiswa/i di seluruh penjuru negeri dengan  tema utama “Inovasi dan Invensi Mahasiswa  di era distrubtif”

Perkenalkan, Niels Si Kucing Oren!

Kenapa Niels Si Kucing Oren?

Fisikawan Austria Erwin Schrödinger punya dongeng menarik tentang fenomena superposisi. Ia membayangkan seekor kucing yang berada di dalam kotak terisolasi dan terhubung dengan dunia kuantum. Kucing Schrödinger ini selama berada di dalam kotak berada dalam dua keadaan yang berbeda dalam satu waktu, yaitu hidup dan mati. Bukankah itu sangat aneh dan tidak mungkin terjadi di dunia makroskopis yang biasa kita lihat? Tapi seperti itulah dunia kuantum.

Komputer kuantum merupakan metode pengolahan data pada komputer dengan memanfaatkan ilmu fisika kuantum, yaitu fenomena superposisi dan keterkaitan pada benda-benda berukuran mikro.

Sejarah kuantum komputer

Di era disrupsi ini, konektifitas sudah terjalin dari sabang sampai merauke, dan salah satu piranti penting yaitu komputer. Saat ini, komputer digital berkembang secara cukup pesat. Seiring berkembangnya zaman, manusia menginginkan sesuatu yang lebih efisien. Pada tahun 1981 seseorang bernama Paul Benioff telah berhasil mengaplikasikan fenomena fisika kuantum dalam dunia komputer. Sehingga komputer yang saat ini kita gunakan mulai disebut sebagai komputer klasik/konvensional.

Fun Fact

Big Data

Kemanusiaan menghasilkan lebih dari 2,5 Exabytes data per hari – setara dengan 250.000 Libraries of Congress atau 5 juta laptop . Big Data tumbuh dalam kompleksitas dan volume lebih cepat daripada sumber daya komputasi. Menggunakan teknologi kuantum dapat mengurangi waktu yang dibutuhkan untuk beberapa tugas dari ratusan ribu tahun menjadi hanya beberapa detik.

Quantum komputer tidak menggantikan komputer biasa

Komputer kuantum sangat rumit sehingga tidak dimaksudkan untuk masyarakat umum. Mereka berguna untuk tujuan penelitian dan aplikasi industri yang sangat spesifik. Mereka akan digunakan untuk menjalankan simulasi yang sangat kompleks seperti rendering fungsi iklim total Bumi. Sementara, komputer klasik memiliki kinerja yang lebih baik daripada kuantum komputer dalam beberapa tugas sederhana untuk menjelajah Internet, misalnya, bit klasik lebih dari cukup.

Penghematan daya

Server berbasis silikon tradisional menimbulkan masalah lingkungan karena mereka membutuhkan lebih banyak energi untuk membuat, merakit, dan daya. Prosesor kuantum dapat secara drastis menurunkan konsumsi daya, dengan faktor 100 hingga 1000, berkat desainnya.

Komputer kuantum “tercanggih sejagat”

Taukah kamu dilansir dari postingan liputan6.com bulan Mei tahun 2013 bahwa komputer super bernilai US$15juta atau setara Rp146 miyar yang menggunakan prinsip fisika kuantum akan segera diinstal di fasilitas Badan Antariksa Amerika Serikat (NASA). Komputer tersebut akan digunakan bersama oleh Google NASA, dan ilmuwan lain yang dapat mengakses mesin 3600 kali lebih cepat dari komputer konvensional.

Quantum Bits (Qubits)

Para ilmuwan telah menggunakan partikel mikroskopis (seperti ion, elektron, dan foton) sebagai media qubits yang dapat menunjukkan properti yang spesifik dan sangat berguna pada superposisi.

Kecepatan kalkulasi

Fenomena aneh superposisi memberi kemampuan kecepatan ekstrem prosessor yang ekstrem. Sebuah komputer kuantum dapat memecahkan perhitungan yang akan membutuhkan superkomputer konvensional jutaan tahun dalam hitungan detik.

Komputer kuantum dan komputer konvensional

Komputer kuantum menggunakan atom dan partikel sub-atomik sebagai sistem fisiknya sementara komputer konvensional mengandalkan sejumlah besar transistor untuk mencapai kecepatan komputasi setinggi mungkin.